Menjemput Suara Pemilu Para WNI di Fiji dengan Sampan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Menjemput Suara Pemilu Para WNI di Fiji dengan Sampan

@KontenTerkini
Selasa, 16 April 2019


KONTENTERKINI.COM - Sebanyak 355 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Suva, Fiji, telah menyalurkan hak pilih mereka dalam Pemilihan Umum 2019, Sabtu (13/4). Mereka menyalurkan hak pilih lewat dua metode yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

Uniknya, PPLN menggunakan metode mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Suva, dan lewat kotak suara keliling yang dibawa oleh para petugas PPLN sejak Kamis (11/4).




"Ada total 355 suara terkumpul di Fiji. 179 dari kotak suara keliling dan 175 suara di TPS. Ada juga satu suara via pos dari Tarawa, Kiribati, yang merupakan negara yang juga masuk ke KBRI Suva," tutur Andre Maramis, staf KBRI di Suva, saat dihubungi Senin (15/4).

Staf sekretariat PPLN Suva, Maramis, menyebutkan jika metode kotak suara keliling merupakan kebijakan PPLN. Mengingat rata-rata WNI di Suva, Fiji adalah Anak Buah Kapal (ABK), yang hidupnya berada di atas kapal-kapal asing.




"Uniknya di sini untuk memfasilitasi para ABK WNI yang bekerja di kapal asing, kami keliling pelabuhan dengan sampan (perahu) untuk menjemput hak suara mereka di atas kapal," kata Maramis.

Maramis menjelaskan, demografi pemilih yang merupakan para pelaut, mengharuskan pihaknya melakukan sistem jemput bola tersebut, agar tidak ada hak suara dari WNI yang hilang.

"Terima kasih untuk Tuhan karena tidak ada kendala saat hari pencoblosan. Memang sempat hujan, tetapi antusias masyarakat sangat besar," kata Maramis kembali.

Sekadar informasi, jumlah WNI di Fiji berada di kisaran 500-an, di mana dua per tiganya adalah ABK di kapal-kapal asing, yang tidak tentu berada di kepulauan, karena keluar masuk untuk melaut di perairan pasifik.

Mayoritas kedua WNI di Fiji adalah pekerja konstruksi asal Indonesia yang bekerja di beberapa perusahaan di Fiji. Selebihnya adalah para ekspatriat di perusahaan Fiji-Asing, LSM, dosen, hingga pendeta dan ystaz asal Indonesia.

Sumber : Kumparan
Baca Juga