Setelah Penembakan Christchurch Begini Kondisi Sosial Selandia Baru

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Setelah Penembakan Christchurch Begini Kondisi Sosial Selandia Baru

@KontenTerkini
Rabu, 20 Maret 2019

Kontenterkini.com -  Dubes Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan peristiwa teror penembakan di Christchurch masih meninggalkan kesedihan yang mendalam.

"Teman-temanku yang baik, penembakan di Christchurch masih menimbulkan kesedihan mendalam dan kemarahan seluruh warga Selandia Baru," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).

Ia menjelaskan, perasaan itu ditumpahkan bukan dalam bentuk ajakan kebencian, tapi seruan untuk saling menyayangi.

"Hari Minggu lalu hampir 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras memenuhi sebuah lapangan untuk bersama-sama berdoa untuk kedamaian mereka yang telah menjadi korban, dan ketabahan mereka yang ditinggalkan," ungkapnya.

Selain itu ia menyampaikan, Jumat besok warga Wellington kembali akan berkumpul untuk memperingati seminggu aksi teror tersebut.

"Yang perempuan diharapkan untuk mengenakan tutup kepala seperti hijab sebagai bentuk penghormatan kepada ummat Islam," bebernya.

Ia menjelaskan, PM Jacinda Ardern yang merupakan pemimpin dunia termuda (38 tahun), dianggap tidak berpengalaman menunjukkan klasnya sebagai pemimpin yang berani dan berempati.

"Dalam waktu yang cepat ia mengumumkan ke dunia penembakan brutal di Christchursch tersebut sebagai Aksi Terorisme. Hal yang tidak dilakukan oleh pemimpin dunia manapun ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban ummat Islam," ujarnya.

Tantowi menyebut, sehari setelah penembakan ia langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya sebagai kepala pemerintahan.

"Dia peluk keluarga korban dan bisikkan agar tenang dan tabah, Pemerintahnya akan bergerak cepat untuk memastikan semuanya akan kembali normal. Dia pun memberikan jaminan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.

Bahkan, kata Tantowi, ketika Presiden Trump menelponnya dan bertanya apa yang Amerika bisa lakukan, dia jawab dengan simple. "Ramahlah kepada ummat Islam," kutipnya.

Tak berapa lama Trump bikin Tweet " I love New Zealand". Pasca kejadian, suasana di Selandia Baru beransur normal meski tetap ada rasa khawatir dan sedih.

"Tidak ada Hoax, tidak ada orang serta kelompok yang mempolitisir keadaan untuk kepentingan tertentu. Tidak ada pula yang maki-maki dan demo untuk melampiaskan kemarahan. Semuanya mendengarkan dan turut ke Pemerintah krn mereka tahu Pemerintah akan membuat perhitungan ke teroris dengan caranya sendiri," tandasnya. 

Sumber : Inilah

Baca Juga