Polisi Banyumas Olah TKP Masjid yang Diacak-acak Orang Tak Dikenal

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Polisi Banyumas Olah TKP Masjid yang Diacak-acak Orang Tak Dikenal

@KontenTerkini
Kamis, 21 Maret 2019
Polisi Banyumas Olah TKP Masjid yang Diacak-acak Orang Tak Dikenal

Kontenterkini.com - Kepolisian Polres Banyumas telah melaksanakan olah kejadian perkara di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak. Bahkan Kapolres Banyumas langsung turun melihat lokasi kejadian.

Dari pantauan detikcom, polisi dari Unit TKP Polres Banyumas tengah melakukan olah kejadian di TPA dan Masjid Daarussalam. Mereka mengumpulkan bukti-bukti yang ada di lokasi tersebut dan memasang garis polisi.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun juga ikut mencari keterangan dari tokoh masyarakat, kiai dan masyarakat sekitar terkait kejadian penebangan pohon di area pondok pesantren dan dibuangnya kitab-kitab di lingkungan TPA Daarussalam.

"Dugaan kejadian yang tidak wajar dan bisa dikatakan ada enam titik. Kalau coba kita runut dan coba cek TKP yang disentuh oleh mereka, oleh orang-yang sedang kita selidiki. Yang pertama ada terpal yang seperti rusak seperti tusukan yang kita duga benda tajam satu titik di dekat pondok ini," kata Kapolres.

Kemudian titik kedua, di kebun milik pondok pesantren. 

"Ini kita asumsikan titik yang pertama mereka sentuh," jelasnya.

Kemudian pada titik kedua setelah kejadian di Pondok Pesantren Miftahul Fallah. Kejadian selanjutnya berada di masjid, TPA Daarussalam serta rumah Kiai.

"Melihat dari keterangan saksi yang mendengar kemungkinan yang pertama di dekat pondok, dan yang kedua yang di dekat masjid. Yang di dekat masjid ini kita masih coba cek yang mana duluan tapi yang pasti di situ ada tindakan yang tidak sebenarnya dilakukan di TPQ, lalu di rumah Takmir masjid dan di masjid di dekat lokasi tersebut," ucapnya.

"Jadi kita masih selidiki apa yang terjadi, karena ini ada enam lokasi yang bisa dikatakan satu garis jalan dalam satu waktu yang berurutan. Kejadian semalam sekitar jam 02.00 -03.30 itu berdasarkan keterangan para saksi yang mendengar," jelasnya.

Pihaknya saat ini masih menyelidiki apa yang terjadi, siapa orang yang melakukan dan apa motifnya. Namun demikian dia menduga jika pelakunya lebih dari satu.

"Pelaku belum bisa kita simpulkan lebih dari satu, yang jelas kalau dilihat dari lokasi yang mereka sentuh ada kemungkinan pelaku lebih dari satu orang," ujarnya.

Sementara saat disinggung terkait adanya kitab yang ditemukan di dalam sumur, dia mengatakan jika hingga saat ini pihaknya belum melihat lebih detail terkait barang apa saja yang masuk ke dalam sumur yang letaknya berada di belakang TPA. Namun dia menegaskan jika tidak ada pengrusakan Alquran dalam kejadian tersebut.

"Untuk Alquran tidak ada pengrusakan, pada saat saksi masuk itu ditemukan Alquran tidak pada tempatnya, atau posisinya tidak pada tempat semula. Kemudian ada beberapa barang di TPQ itu yang dibuang ke sumur seperti papan itu dipatahkan lalu dimasukkan ke sumur dan beberapa kitab yang digunakan oleh kiai untuk mengajar kan di TPQ tersebut tapi bukan kitab Alquran. Alquran masih di dalam TPQ, cuma tidak pada tempat semula," jelasnya.

Sumber : Detik
Baca Juga