Syarat Agar Taubat Diterima Oleh Allah Ta'ala

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Syarat Agar Taubat Diterima Oleh Allah Ta'ala

@KontenTerkini
Sabtu, 06 Juli 2019



Manusia tidak luput dari kesalahan, karena setiap bani (anak) Adam adalah selalu berbuat kesalahan dan sebaik-baik kesalahan adalah bertobat kepada Allah Ta’ala

Rosulullah shollallhu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Setiap bani Adam pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik kesalahan adalah bertaubat kepada Allah Ta’ala”

Kesalahan yang terjadi di zaman sekarang adalah meremehkan sebagian perbuatan maksiat. Kebanyakan dari mereka berbuat maksiat siang dan malam dan memandang remeh perbuatan maksiat yang dia lakukan bahkan tidak peduli dengan perbuatan yang dia lakukan.

Sejatinya seorang mukmin yang berakal tidak melihat seberapa kecilnya sebuah perbuatan maksiat. Akan tetapi dia melihat keagungan Allah Ta’ala yang ia durhakai. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala cemburu dengan seorang hamba yang bermaksiat kepada-Nya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shollallhu ‘alaihi wa salam di dalam haditsnya.

Maka bertaubatlah selagi nyawa belum sampai di kerongkongan, karena sejatinya manusia tidak terpelihara dari perbuatan dosa (Ma’shum), dan Allah pun membuka pintu taubat selebar-lebarnya,

Allah Ta’ala berfirman :
“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az Zumar : 53)

Akan tetapi betapa banyak manusia diberikan peluang untuk bertaubat akan tetapi justru malah semakin tenggelam dalam lumpur kemaksiatan, bahkan mungkin ketika dilarang atau ditegur dia berkata : “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Sungguh perkataan ini sangatlah amat bodoh sekali dan kedunguan yang luar biasa, dan termasuk talbis iblis (penyesatan syaithan kepada manusia).

Karena perlu kita ketahui bersama bahwasanya rahmat Allah Ta’ala itu hanya diperuntukkan oleh orang-orang yang melakukan kebaikan dan bukan orang yang selalau melakukan kemaksiatan ataupun dosa.

Allah Ta’ala berfirman :
“Sesngguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al A’raf : 56)

Syarat Agar Taubat Diterima Oleh Allah Ta'ala
Taubat kepada Allah Ta’ala  merupakan syarat kita diampuni oleh Allah dari segala dosa atau maksiat yang pernah kita kerjakan, adapun bertaaubat itu sendiri ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang ingin bertaubat.

Taubat yang benar untuk bertabat itu membunyai beberapa syarat dan ketentuan, sebagaimana telah disimpulkan oleh para ulama’ dari sumber Al Qur’an dan hadits Nabi, diantara syarat-syarat bertaubat ada dua ketegori yaitu :

Pertama : Bertaubat dari maksiat yang berhubungan dengan sang Kholiq (Pencipta)

Kedua : Bertaubat dari maksiat yang berhubungan dengan sesama makhluk hidup.

Bertaubat dari maksiat yang berhubungan dengan sang Kholiq (Pencipta)
Pertama : Segera meninggalkan perbuatan dosa yang pernah dia lakukan.
Kedua : Menyesali segala perbuatan dosa yang pernah dilakukannya.
Ketiga : Bertekad tidak mengulangi kembali perbuatan dosa yang pernah dia lakukan.

Bertaubat dari maksiat yang berhubungan dengan sesama makhluk hidup.
Adapun syarat bertaubat dari dosa yang berhubungan dengan sesama makhluk hidup adalah dengan memenuhi syarat bertaubat dari maksiat atau dosa yang berhubungan dengan sang Kholiq (Pencipta) dan ditambah satu syarat lagi yaitu :

Keempat : Mengembalikan hak-hak orang yang telah dizoliminya, atau meminta maaf kepada mereka, atau memohon untuk dihalalkan baginya.

Rosulullah shollallhu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Barang siapa yang pernah mendzolimi saudaranya berupa harta mapupun kehormatan, maka hendaklah ia meminta kehalalan darinya hari ini juga, sebelum datang suatu masa yang tidak lagi berguna dinar ataupun dirham kecuali kebaikan dan keburukan.” (HR. Bukhari)

Akan tetapi, apabila seseorang tidak mampu mengembalikan hak-hak saudaranya yang pernah ia dzolimi, setelah berusaha semaksimal mungkin, maka hanya permaafan Allah-lah yang sangat diharapkan.

Diantara hak-hak tersebut adalah :
Hak yang berkaitan dengan harta : Yaitu dengan cara mengembalikan harta kepada pemiliknya dengan cara apapun, atau mintalah kehalalan darinya.

Apabila dia tidak mengetahui siapa pemiliknya setelah berusaha untuk mencarinya atau dia lupa berapa jumlah barang yang pernah ia ambil, maka hendaklah ia mengira-ngira kadarnya dan bersedekah atas nama pemiliknya.

Hak yang berkaitan dengan badan : Yaitu dengan cara membrikan kesempatan bagi orang yang memiliki hak tersebut untuk mengambil haknya, baik dengan qisas, dengan harta, atau memberikan maaf. Dan apabila tidak diketahui orang yang mempunyai hak tersebut, maka hendaklah ia bersedekah untuknya dan mendoakannya.

Kedzoliman terhadap kehormatan seseorang : Seperti dalam bentuk menuduh orang lain berzina (qadzf), mengghibah, mengadu domba (namimah), atau merusak sebuah persahabtan, maka meminta kehalalan dari orang yang ia dzolimi, dan memperbaiki apa yang ia rusak dengan semaksimal mungkin, dan mendoakannya.

Wahai saudaraku, bertaubatlah selagi Allah masih memberikan kesempatan untuk kita bertaubat kepada-Nya dengan sebenar-benarnya taubat, dan jangan sampai kita menyesal diakhirnya ketika nyawa sudah di ujung kerongkongan, karena sejatinya kita tidak tahu kapan kita diwafatkan oleh Allah Ta’ala.

Semoga bermanfaat,,,

Wallahu A’lam,,,

Referensi : Buku Taubat
Oleh : Hasan Faqod

Sumber : MASHASAN.COM

__________________
Ikuti kami di FANSPAGE, klik : facebook.com/KONTENTERKINI
Baca Juga