Nabung sejak Tahun 1965, Kakek Haki dan Istri akhirnya Bisa Naik Haji

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Nabung sejak Tahun 1965, Kakek Haki dan Istri akhirnya Bisa Naik Haji

@KontenTerkini
Kamis, 11 Juli 2019
Nabung sejak Tahun 1965, Kakek Haki dan Istri akhirnya Bisa Naik Haji

KONTENTERKINI.COM - Banyak cara dilakukan muslim agar bisa berangkat ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji. Tak hanya doa, mereka juga menabung agar bisa membayar biaya keberangkatan ke Mekkah.

Seperti dikethui, biaya haji terbilang cukup besar. Di Indonesia, biaya untuk ibadah haji tahun ini mencapai Rp35,2 juta. Nominal tersebut mungkin terbilang kecil bagi orang yang punya harta berlebih. Namun, itu merupakan jumlah yang besar bagi ‘wong cilik’.

Kendati demikian, ibadah haji tak melulu soal besar kecilnya rupiah. Buktinya, banyak kalangan menengah ke bawah yang mampu melaksanakan ibadah haji. Cerita perjuangan mereka hingga bisa naik haji selalu mampu menginsiprasi.

Salah satunya cerita dari pasangan suami istri, Haki (92) dan Satuni (72), warga Jodipan Wetan, Gang 1 Kota Malang, Jawa Timur. Haki dan Satuni dikaruniai 12 anak. Namun, dua diantaranya meninggal. Saat ini, Haki sudah dikaruniai 24 cucu dan dua cicit.

Haki berjualan jaket dan berbagai jenis pakaian. Sebuah pekerjaan yang ditekuninya hingga saat ini. Biasanya, Haki berjualan di Pasar Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan dan di Pakis Kabupaten Malang.

Di sela menafkahi keluarga besarnya, Haki rutin menabung. Biasanya, ia menyisihkan penghasilannya ke dalam sebuah koper yang disimpan di rumahnya.

“Menabung di rumah mulai tahun 1965. Kalau dagangan laku, disisihin,” ujarnya.

Perjuangan Haki untuk menginjakkan kaki ke tanah suci tidak mudah. Haki yang merupakan pedagang kaki lima itu menabung sejak 1965.

Pada tahun 2013, Haki mendaftarkan diri untuk naik haji ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang menggunakan uang hasil tabungannya selama 48 tahun, yakni sejak 1965 hingga tahun 2013. Tentunya butuh kesabaran, keuletan dan keikhlasan untuk bisa melakukan itu.

Alhamdulillah, melalui percepatan antrean lanjut usia, Haki akhirnya bisa berangkat haji tahun ini. Dengan usianya yang sudah 92 tahun, Haki menjadi jemaah tertua di Kota Malang.

“Dari dulu sudah ingin naik haji,” kata Haki seperti dikutip dari Kompas.

Berdasarkan data dari Kantor Kemenag Kota Malang, calon jemaah haji (CJH) asal Kota Malang yang akan berangkat tahun ini berjumlah 1.326 orang. Jumlah itu terbagi dalam tiga kloter. []

Sumber : Kompas

__________________
Ikuti kami di FANSPAGE, klik : facebook.com/KONTENTERKINI
Baca Juga