Jelang Putusan MK, Tim Hukum Jokowi Mengaku Siap Kalah, Bagaimana dengan Kubu Prabowo? -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Jelang Putusan MK, Tim Hukum Jokowi Mengaku Siap Kalah, Bagaimana dengan Kubu Prabowo?

@KontenTerkini
Senin, 24 Juni 2019
abnnbadnbda
KONTENTERKINI.COM - Mahmakah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang putusan hasil sengketa Pilpres 2019 pada Jumat (28/6/2019).

"Iya sesuai jadwal (putusannya), paling lambat itu 28 Juni," ujar Ketua MK Anwar saat ditemui Tribunnews.com di TPU Karet Bivak, Jakarta, Sabtu siang (22/6/2019).

Tim hukum pasangan calon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengaku siap menerima apapun hasilnya, termasuk jika harus kalah dalam putusan sidang oleh MK.

Ketua Tim Kuasa Hukum paslon nomor urut 01, Yusril Ihza Mahendra merasa bersyukur mendapatkan kesempatan mengemukakan berbagai bukti, sanggahan, maupun argumen di dalam persidangan.

"Apa pun putusan Mahkamah Konstitusi akan kita hormati dan kita terima dengan baik," ujar Yusril.

Yusril mengungkapkan, masyarakat sudah menyaksikan secara langsung semua alat bukti dan argumen yang disampaikan timnya di persidangan.

Dirinya juga berharap masyarakat bisa menyaksikan bahwa persidangan berlangsung jujur dan adil.

Yusril juga berterima kasih dan meminta maaf jika ada kesalahan yang dilakukan selama persidangan.

Sementara Ketua Tim Kuasa Hukum paslon nomor urut 02, Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya siap menerima apa pun putusan MK.

"Emang muka gue tidak menunjukkan siap menerima keputusan? Siaplah. Masak sih enggak siap," kata Bambang usai sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019) malam.

Bambang mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya yang mendoakan kubu 02, serta mendoakan agar seluruh proses pemilihan umum berjalan dengan baik.

Meski demikian, ia menilai, tugas belum selesai sebelum adanya putusan karena semua pihak harus berupaya agar Indonesia terus lebih baik.

Ia juga menekankan semua pihak punya tugas untuk meminimalisasi risiko perpecahan yang timbul karena dinamika pemilu.

"Ini harus mulai dilakukan, misalnya yang menang jangan sombong, yang kalah jangan ngototan. Mari kita perjuangkan semua untuk bangsa yang lebih baik," kata Bambang.

Sumber: tribunnews

__________________
Ikuti kami di FANSPAGE, klik : facebook.com/KONTENTERKINI
Baca Juga