Garang Kritik Anggaran DKI Tapi Bungkam Soal Jiwasraya, Kader Demokrat Sindir PSI -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Garang Kritik Anggaran DKI Tapi Bungkam Soal Jiwasraya, Kader Demokrat Sindir PSI

@KontenTerkini
Kamis, 26 Desember 2019


KONTENTERKINI.COM - Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon melontarkan sindiran pedas kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dianggap bungkam terkait defisit PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Jansen pun mempertanyakan sikap PSI yang selama ini mengaku berkomitmen mengawal uang rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Jansen melalui jejaring Twitter pribadinya @jansen_jsp.
"Mana ini suara teman-teman @psi_id yang katanya fokusnya kawal uang raKyat di kasus @Jiwasraya ini. Agar terbongkar ayo teman-teman kita suarakan," tulis Jansen seperti dikutip Suara.com, Selasa (24/12/2019).

Jansen lalu membeberkan jumlah nasabah yang haknya tidak ditunaikan oleh Jiwasraya yang tak sanggup membayar polis ke nasabah. Ia menduga, kasus ini tidak disebabkan oleh kelalaian pihak yang bersangkutan

melainkan tindak kejahatan yang telah direncanakan.

"Agar nasib 5 juta nasabah yang jadi korban juga jelas. Dugaan saya ini bukan lagi sekedar kelalaian semata, tapi sudah "perampokan" yang sistematis," imbuhnya.

Manajemen Jiwasraya sendiri mengaku tidak akan sanggup membayar polis JS Saving Plan milik nasabah senilai Rp 12,4 triliun yang jatuh tempo mulai Oktober-Desember 2019. Ini  setelah pada Oktober 2018 lalu perusahaan sempat melakukan penundaan pembayaran klaim kepada nasabah produk Saving Plan.

Seperti diketahui, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merupakan perusahaan asuransi pelat merah ini sedang terjerat krisis keuangan. Kesulitan keuangan ini diklaim  disebabkan karena adanya kesalahan investasi yang dilakukan oleh manajemen lama Jiwasraya.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut persoalan keuangan yang dialami Jiwasraya sudah terjadi lebih dari 10 tahun dan bukanlah masalah yang ringan. Namun Ia mengatakan pihaknya sudah memiliki gambaran solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.

"Tapi setelah pelantikan kemarin, Pak Menteri BUMN kemarin sudah rapat di Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Yang jelas gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu, sudah tapi ada masih dalam proses semuanya," tambah presiden.

Sumber : Kabar Islam News

Ikuti kami di FANSPAGE, klik : facebook.com/KONTENTERKINI
Follow Kami di INSTAGRAM, klik : www.instagram.com/kontenterkini/
Baca Juga