Ratusan Wisatawan China Tinggalkan Sumatera Barat Hari Ini -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Ratusan Wisatawan China Tinggalkan Sumatera Barat Hari Ini

@KontenTerkini
Kamis, 30 Januari 2020
lwzbia62rcsor7oemqqv.jpg

KONTENTERKINI.COM - Seratusan wisatawan asal Kunming, China akan meninggalkan Sumatera Barat, perjalanan wisatawan mereka di Ranah Minang telah usai. Penerbangan langsung dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke Kunming dijadwalkan hari ini, Kamis (30/01) pukul 18.00 WIB.

Perwakilan biro perjalanan dari PT. Coco’s Tour, Yunando menyebutkan, kepulangan seratusan wisatawan China itu menggunakan pesawat Citilink.

“Kalau tidak delay, pukul 18.00 WIB. Penerbangan langsung dari BIM ke Kunming menggunakan maskapai Citilink,” ujarnya di Padang, Kamis (30/01).

Dikatakannya, travel agent memahmi adanya penolakan terhadap wisatawan China dari masyarakat Sumatera Barat. Namun, ia menegaskan, mendatangkan wisatawan itu sebagai upaya meningkatkan grafik wisatawan mancanegera.

“Karena apa? Ada beberapa market kami, yang pertama ada warga Tiongkok muslim di sana (Kunming) yang ingin pula mengetahui budaya-budaya kita di Sumbar,” jelasnya.

Lalu, tidak hanya itu, menurut Yunando, pihaknya juga membuka peluang bagi masyarakat Sumatera Barat yang ingin berkunjung ke Kunming.

“Kami juga buka kesempatan bagi warga Sumbar untuk wisata halal ke China. Tak hanya wisata biasa saja. Karena, di sana ada juga perkampungan muslim yang bisa didatangi,” ucapnya.

Kunming, katanya, memiliki pemandangan yang bagus. “Di sana memiliki pemandangan yang bagus, ada juga peninggalan-peninggalan sejarah baik Islam maupun budaya China. Jadi pertukaran budaya dapat dilaksanakan apabila grafik ini terbentuk,” ungkapnya.

yexn1bhiyxt810tf66fq.jpg

Dia berharap, kedatangan ratusan wisatawan China ini berdampak terhadap ekspor komoditi unggulan Sumbar ke Kunming. Salah satunya, ekspor di bidang hasil laut.

“Contoh bidang perikanan, lobster, kan mereka enggak punya laut. Ya kan, itu sudah ada barang pasti untuk kita ekspor ke Kunming. Karena dengan empat jam perjalanan (barang ekspor) itu masih dalam batas tahan,” jelasnya.

Menurut Yunando, masyarakat Sumatera Barat tidak perlu cemas dengan maraknya isu novel coronavirus, pihaknya hanya memiliki misi untuk kemajuan pariwisata saja.

“Karena misi kami hanya untuk kemajuan pariwisata dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat di suatu destinasi (yang dikunjungi),” katanya.

Diketahui sebelumnya, ratusan wisatawan ini telah berada di Sumatera Barat sejak Minggu (26/1). Mereka berwisata di beberapa objek wisata di Sumatera Barat selama lima hari. Namun kedatangan wisatawan tersebut mendapat penolakan dari beberapa masyarakat.

Salah satunya, datang dari masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) yang menggelar aksi penolakan di Kota Bukittinggi. Kemudian juga datang Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) yang menggelar aksi di Kota Padang.

Sumber : Kumparan
Baca Juga