5 Mitos Virus Corona yang Perlu Diketahui -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

5 Mitos Virus Corona yang Perlu Diketahui

@KontenTerkini
Kamis, 30 Januari 2020

KONTENTERKINI.COM - Terdapat banyak sekali mitos yang dipercaya masyarakat terkait dengan virus corona.

Setiap mitos ini bisa menyebabkan kekhawatiran tersendiri. Masalahnya adalah mitos-mitos ini belum bisa dipastikan kebenarannya dan justru membuat pencegahan atau penanganan virus ini menjadi semakin kacau.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

1. Virus Corona Bisa Menular Antar Manusia

Ahli SARS terkemuka dari Tiongkok, Zhong Nansan memastikan bahwa virus corona memang bisa menula antar manusia. Hal ini terungkap sekitar seminggu lalu. Padahal, sebelumnya otoritas kesehatan dari Wuhan sempat menyebut virus ini sepertinya tidak bisa menular antar manusia.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Hong Kong University and China’s State Key Laboratory of Emerging Infectious Diseases yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal The Lancet juga membuktikannya. Penularan ini bisa terjadi akibat bersin-bersin atau batuk yang menyemburkan cairan yang berisi virus corona.

Jika kita terpapar, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari. Hal ini berarti, bisa jadi kita tidak akan mengalami gejala kesehatan apapun sebelum akhirnya mengalaminya. Bahkan, meskipun belum ada gejala, kita tetap saja bisa menularkan virus ini ke orang lain.

2. Belum Ada Obat untuk Virus Corona

Sayangnya, anggapan ini juga benar. Dalam realitanya, para ahli belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan infeksi dari virus corona. Gejala dari penyakit ini juga sangat bervariasi, baik itu peradangan parah pada saluran paru-paru, demam tinggi, hingga diare. Kebanyakan korban meninggal adalah mereka yang berusia paruh baya yang sudah mengalami masalah kesehatan sebelumnya layaknya diabetes.

Hanya saja, dilansir Doktersehat, otoritas kesehatan Beijing menyebut ada kemungkinan obat untuk mengatasi HIV bisa mengobati virus ini meskipun hal ini juga masih dalam penelitian lebih lanjut.

3. Adakah Obat Tradisional yang Bisa Mengatasinya?

Kita tentu pernah mendengar beberapa informasi kesehatan di grup WhatsApp atau di berbagai media sosial lainnya yang menyebut bahan-bahan herbal atau obat tradisional bisa menjadi pencegah atau obat infeksi virus corona. Sayangnya, pakar kesehatan dari National Health Commission dengan tegas menyebut informasi-informasi tersebut tidak benar.

Hingga saat ini, para peneliti masih mencari obat-obatan untuk mencegah atau mengobati infeksi virus corona. Hal ini berarti, obat tradisional juga belum bisa diandalkan untuk mengatasinya.

4. Masker Bedah Bisa Mencegah Paparan Virus Corona?

Banyak orang yang kini menggunakan masker bedah dengan variasi warna saat dibawa ke luar rumah atau saat berada di tempat yang dipenuhi banyak orang seperti pusat perbelanjaan atau stasiun transprotasi umum. Di beberapa tempat, stok masker bedah bahkan sampai habis karena telah diborong banyak orang.

Memang, masker ini bisa mencegah paparan langsung dari semburan air yang berasal dari batuk-batuk atau bersin, namun jika dicermati masker ini masih memiliki celah di sekitar hidung atau pipi sehingga kita sebenarnya masih rentan tertular virus corona jika memakainya.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memakai masker yang lebih berkualitas atau masker N95. Kita juga harus rajin mencuci tangan dengan sabun dan tidak sembarangan menyentuh muka demi mencegah paparan virus ini. Hanya saja, jika memang yang tersedia hanya masker bedah, memakainya tetap jauh lebih baik dibandingkan dengan tidak memakai pelindung sama sekali.

5. Pengecekan Suhu Tubuh Efektif Mencegah Penularan Virus Corona?

Meski bisa mendeteksi orang dengan suhu lebih tinggi, dalam realitanya virus corona memiliki masa inkubasi hingga 14 hari sebelum memicu gejala seperti demam atau gangguan pernapasan. Hal ini berarti, bisa jadi orang yang sedang dicek suhu tubuhnya sudah memiliki virus namun tidak mengalami gejala kesehatan apapun.


Sumber : Buka Mata News
Baca Juga