Tipis Kans ke Senayan, Kapitra Lempar Bola Harapan -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Tipis Kans ke Senayan, Kapitra Lempar Bola Harapan

@KontenTerkini
Rabu, 01 Mei 2019
Tipis Kans ke Senayan, Kapitra Lempar Bola Harapan

KONTENTERKINI.COM - Caleg PDI Perjuangan Kapitra Ampera mengaku kansnya tipis untuk lolos ke Senayan alias kursi DPR RI. Namun begitu, Kapitra berharap dapat menduduki jabatan Jaksa Agung.

Kapitra maju sebagai Caleg PDIP untuk Dapil 2 Riau meliputi Kabupaten Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), dan Kuansing. Namun berdasarkan hitungan sementara, dia pesimistis lolos. 

"Kalau lihat hasil hitungan sementara, baik internal dan eksternal, kemungkinan saya tidak lolos ke Senayan," kata Kapitra dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Kapitra Ampera Ingin Jadi Jaksa Agung, PDIP: Terlalu Dini

Kapitra menduga gagal menjadi anggota parlemen juga karena ada unsur kecurangan, baik di lingkup internal maupun faktor eksternal. Padahal, menurut Kapitra, survei mengunggulkannya.

"Padahal dari survei Indo Barometer, saya nomor satu di internal partai untuk Dapil 2 Riau. Malah surveinya 5 kali dilakukan hingga 8 April," kata pengacara asal Pekanbaru itu.

Kapitra menyebut sudah berusaha maksimal selama masa kampanye. Dia turun dari satu desa ke desa lain di dapilnya. 

"Awalnya perhitungan suara saya mencapai 280 ribu. Karena ada kecurangan ya sekarang adalah antara 70 ribu sampai 80 ribu suara," kata Kapitra.

Walau gagal maju ke Senayan, pengacara ini tetap berharap bisa duduk di kabinet nantinya. Bicara incar-incar kursi kabinet, Kapitra menyebutkan bisa di Menkumham, Menteri Perhubungan, atau Jaksa Agung.

Karena itu, Kapitra Ampera punya harapan tersendiri kepada Presiden Jokowi. Harapan dipilih menjadi Jaksa Agung dingkapkan Kapitra secara terbuka. 

"Saya kan sudah jungkir balik, berdarah-darah. Saya berharap kepada Pak Jokowi untuk bisa diberi kesempatan. Kalau sesuai dengan bidang saya itu, ya, Jaksa Agung," ujar Kapitra kepada wartawan, Selasa (30/4).

Kapitra menyatakan, dari jenjang sarjana sampai strata tiga, dia konsisten menempuh bidang hukum. Dia juga mengatakan sudah cukup berpengalaman sebagai praktisi hukum, khususnya sebagai advokat.

"Sesuai dengan bidang saya, ya, kalau boleh ya Jaksa Agung," kata Kapitra.

Kapitra menyatakan dia kehilangan banyak teman dan relasi gara-gara pindah haluan mendukung Jokowi. Seperti diketahui, pria yang juga pernah menjadi pengacara Habib Rizieq Syihab ini sebelumnya berada di kubu oposisi.

"Saya kehilangan banyak teman. Pengorbanan saya sudah cukup banyak. Rumah sampai dimolotov dan sebagainya," kata Kapitra.

Lalu, bagaimana dengan pencalegannya? Kapitra kini mengatakan dia lebih cocok berada dalam sebuah struktur. Dia mengklaim tidak akan mengambil kursi legislatif seandainya melenggang ke Senayan.

"Pencalegan PDIP dulu itu kan hanya pintu masuk saja," tutur Kapitra.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan belum tepat untuk berbicara soal kabinet. Dia mengingatkan Kapitra untuk memonitor penghitungan suara Pemilu 2019.

"Masih terlalu dini membicarakan susunan kabinet. Sekarang fokus memonitor proses hitung di KPU. Setiap caleg masih harus memonitor suara di dapil masing-masing," kata Hendrawan kepada wartawan, Selasa (30/4).

Selain itu, Hendrawan mengingatkan bahwa pemilihan Jaksa Agung merupakan hak prerogatif presiden. Ia meminta Kapitra bersabar.

"Soal kabinet itu hak prerogatif presiden terpilih. Semua boleh berharap, boleh menyampaikan usul, boleh berpendapat. Yang penting sabar dan memahami ketentuan dan fatsun yang berlaku," ujar dia.

Sumber : Detik

________________________________
Ikuti kami di TELEGRAM, klik : https://t.me/KONTENTERKINI | Ikuti kami di FANSPAGE, klik : facebook.com/KONTENTERKINI 
Baca Juga