Fahri Hamzah: Pemindahan Ibu Kota Bisa Mengubur Sejarah dan Jati Diri Bangsa -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Fahri Hamzah: Pemindahan Ibu Kota Bisa Mengubur Sejarah dan Jati Diri Bangsa

@KontenTerkini
Kamis, 02 Mei 2019
fahri-38ghhjyqkf8eiapwywhiiy
KONTENTERKINI.COM - Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah mengatakan, kalau Presiden Joko Widodo atau Jokowi sekedar hanya membangun kota, silahkan membangunnya. Tetapi, jangan mengubah lanscape dan konsep yang sudah dibuat para pendiri bangsa ini.

“Sebab kalau kita merubah itu, bisa mengubur sejarah dan kita tidak tahu jati diri. Kita bisa menjadi bangsa yang kebingungan karena tidak punya catatan masa lalu,” ujar Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis yang diterima Kiblat, Selasa (30/4/2019).

Fahri menyatakan ini terkait adanya keinginan pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia ke luar pulau Jawa.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) tersebut mengingatkan, bahwa konsep Ibu Kota Indonesia tidak bisa berubah dari konsep ibu kota yang digagas oleh Bung Karno pada tahun 60-an yang desainnya mengikuti Ibu Kota Amerika Serikat yaitu Washinton DC yang berada di distrik Colombia.

Maka, Fahri menjelaskan bahwa kata-kata “DKI” itu dalam Undang-Undang adalah Daerah Khusus Ibu Kota, yang dimaksudkan sebagai ibu kota dalam desain tata kota yang dirancang oleh Bung Karno, yang didalamnya ada pusat pemerintahan dan pusat sejarah.

“Jadi ibu kota dalam desain Bung Karno pada waktu itu harus punya dua hal, yakni pusat pemerintahan dan pusat sejarah,”jelasnya.

Pusat pemerintahan, menurut Fahri dimaksudkan sebagai tempat bagi pengambilan keputusan terbaik bagi bangsa dan negara. Sementara pusat sejarah, itu dimaksudkan sebagai memori bersama anak-anak bangsa, agar kita sebagai bangsa punya rujukan untuk mengingat tentang apa yang dialami bangsa secara khusus dan dunia pada umumnya.

“Itu lah sebabnya kalau kita melihat konsep-konsep seperti ini berkembang, misalnya Bung Karno pergi ke Brazil dan melihat kota Brazilia yang desainnya memang mengikuti konsep yang berkembang di AS. Jadi filosofi ibu kota itu berasal dari Bung Karno, sehingga pemerintahan ini tidak boleh keluar dari konsepsi pemikiran Bung Karno tentang ibu kota,” pungkasnya.

Sumber: kiblat

________________________________
Ikuti kami di TELEGRAM, klik : https://t.me/KONTENTERKINI | Ikuti kami di FANSPAGE, klik : facebook.com/KONTENTERKINI
Baca Juga